PESAN SINGKAT

Kamis, 15 Desember 2011

AGAMA KRISTEN PROTESTAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Tujuan Pembahasan
Agama Kristen adalah salah satu agama besar di dunia yang banyak pengikutnya, yang merupakan bagian dari gereja kristen yang memisahkan diri dari gereja katolik Roma pada waktu reformasi, yaitu suatu revolusi dalam agama Kristen di Eropa pada abad ke-16. Nama protestan berasal dari kata ‘protes’ yang dilancarkan oleh raja-raja atau pangeran-pangeran Jerman yang mendukung reformasi melawan keputusan mayoritas yang beragama Katolik, pada waktu sidang dewan kekaisaran kedua di kota Speyer pada tahun 1529, karena melarang bertambah meluasnya reformasi. Pangeran-pangeran Jerman tersebut ialah pengikut Injil kaum Luther yang menentang tekanan yang kuat dari penguasa Roma Katolik. Dari adanya protes mereka dlam sidang di Speyer itu maka lahirlah kaum protestan.
Tujuan penulisan makalah ini antara lain: untuk mengetahui asal usul Agama Kristen Protestan, pendiri/ pembawa, sistem ketuhanan, kitab-kitab sucinya, madzhab-madzhab/ sekte-sektenya, doktrin-doktrin yang dikembangkan, praktek-praktek keagamaan, ritual keagamaan, upacara keagamaan, tempat-tempat suci, serta perbandingan antara agama Kristen Protestan dengan Agama Islam.

B.       Alasan Pembahasan
Kita sebagai orang islam hendaknya harus mengetahui asal usul agama Kristen Protestan, sistem ketuhan, kitab-kitab sucinya, sekte dalam agama Budha, doktrin-doktrin yang dikembangkan, praktek keagamaan dalam agama Kristen Protestan,  ritual keagamaan dalam agama Kristen Protestan, upacara keagamaan, tempat-tempat suci, bandingan dengan islam. Hal ini demikian guna dapat menumbuhkan kecintaan kita terhadap islam, karena disini kita belajar membandingkan Islam dengan agama Kristen Protestan.

BAB II
TINJAUAN UMUM AGAMA KRISTEN PROTESTAN

A.      Asal Usul Agama Kristen Protestan
Setelah abad pertengahan secara fundamental dan radikal terjadi perubahan dan pembaharuan masyarakat, selama abad 15-16 mulaila zaman “renaisans” (prancis, renaitre: lahir kembali), suatu masa transisi suatu abad pertengahan dengan zaman modern. Gerakan humanismedi eropa mempunyai dampak positif dan juga negatif terhadap gereja. Individualisme menjadi faktor penting di eropa ketika itu, karena disatu pihak menimbulkan suatu perubahan kebudayaan bangsa eropa yang mendasar dan di lain pihak gereja terkena akibat kemerosotan moral, mulai dari paus sampai pangeran dan raja-raja. Pada tingkat kepausan terjadi pepecahan, sebaliknya raja-raja mempunyai pengaruh yang lebih kuat, sehingga wibawa paus menjadi merosot.[1]
Kehidupan mewah dalam kehidupan paus melebihi kemewahan raja-raja prancis dan inggris, sementara itu perubahan sosial politik sangat tajam, sehingga kedudukan para rohaniawan dan biarawan kehilangan monopoli dalam masyarakat. Pada puncaknya gereja menyalagunakan wewenangnya antara lain karena menjual surat idulgensi (penghapusan siksa) dan obsolusi kepada para jamaat gereja. Hal ini menyebabkan kejengkelan para jamaat dan pimpinan gereja.
Penyebab lahirnya kristen protestan dimana nampak adanya perbedaan antara teologi dan al-kitab, sehingga menurut Luther yang ketika itu menjadi anggota Ordo Agustin dibwa pimpinan Johan Van Staupitz untuk menyetuskan revormasi. Luther tidak dapat menerima dilakukannya penjualan idulgensi oleh Dominikus Johanes Tetzel dari Keuskupan Agung Albrecht dari Mainz, dimasa Paus Leo X, untuk mendapat dana membangun gereja Salton Petrus guna kebanggaan gereja roma. Oleh hal itu berarti merendakan martabat Tuhan, dimana pengampunan dosa dan perdamaian dengan gereja bisa didapat dengan uang tanpa sakramen. Pelakuan demikian itu yang dijadikan dasar bagi Luther membicarakan dengan para ahli teologi. Kemudian Luther merumuskan 95 dalil tentang penghapusan siksa yang diperkenalkannya dalam tahun 1571, yang ditempelkan di depan pintu dinding gereja di Wittenberg.[2]
Akibat perbuatan Luther ini, maka ia dituduh gereja katolik sebagai orang yang sudah sesat dan berusahauntuk menghentikan segala kegiatannya. Namun ajaran-ajaranya bukan menjadi padam, melainkan bertambah meluas dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat eropa. Pada tahun 1529 diadakan rapat negara  (Reichstag) di Spreyer dan mengambil keputusan untuk menghapus Edicta Warms dan mengeluarkan dekrit pelanggar gerakan reformasi. Atas keputusan para raja dan bangsawan yang hadir danmendukung Luther mengajukan protes keras. Sejak itu lahirlah agama kristen protestan.

B.       Pendiri Agama Kristen Protestan
A.      Martin Luther
Tokoh pendiri agama kristen protestan dapat dikatakan tidak lain adalah Martin Luther. Ia berasal dari keluarga petani di Thuringe dan dilahirkan tahun 10 November 1483 di Eisleben Jerman. Ayahnya Hans Luther menginginkan agar martin menjadi sarjana hukum, maka ia harus belajar filsafah lebih dulu. Ketika ia di Erfurt yang dominan adalah mata pelajaran skolastik. Setelah ia menyelesaikan pelajarannya ke Erfurt ia tertimpa hujan deras dengan halilintar sambar menyambar. Karena ia merasa takut ia berdo’a, katanya “santa anna yang baik, tolonglah aku, aku ingin menjadi Rohib”. Dua minggu setelah itu ditepatinya janjinya ia masuk biara ordo Eremit Agustin yang disiplinnya keras.[3]
Selama dalam biara ia mendalami teologis dan pada tahun 1507 ia ditasbihkan menjadi imam. Sesungguhnya ia adalah rohib yang serius, namun setiap kai ia melakukan perjalanan, batinnya menjadi gelisa melihat apa yang dialaminya.pada tahun 1510 ia diutus ke roma, namun apa yang dilihatnya dikapel-kapel di gereja-gereja di roma, ialah perilaku paara klerius yang menggetarkan hatinya. Dilihatnya para rohaniwan yang berwewah-mewah lagi boros, dilihatnya para musafir yang datang mendapat berbagai idulgensi dan absolusi dengan mudah.
Pada tahun 1512 dia berhasil meraih gelar doktor dalam teologi dari universitas Wittenberg dan seterusnya aktif di universitas itu. Berangsur-angsur ia melepaskan segala kebimbangan dan keraguannya untuk menemukan kepastian bahwa rahmat Tuhan itu bukan dicurahkan dengan sakramen kepada jiwa manusia melainkan pada firman keampunan tuhan semata. Tuhan dapat memberikan kebebasan manusia dari dosa-dosanya, namun Tuhan tidak menuntut sesuatu dari manusia. Yang penting adalah iman, mengapa berita gembira dari al-kitab disembunyikan oleh ajaran manusia.
Luther menyerang cita hidup mistik dalam gereja, yang berusaha mendapatkan keselamatan dan persekutuan rohani langsung dari Yesus. Ia mendasarkanajarannya pada iman danrahmat sebagai sumber hidup manusia. Dikemukakannya pengertian baru tentang apa yang dikatakan Paulus dalam Roma 1:16-17 yaitu: “sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam injil karena injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang-orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab didalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin dari iman dan memimpin kepada iman seperti ada tertulis: orang benar akan hidup oleh iman”.[4]
Berdasarkan ayat tersebut Luther tidak dapat menerima apa yang sering didengarnya bahwa “kebenaran Tuhan” adalah keadilan Tuhan yang sama dengan Hakim Duniawi, membebaskan, membenarkan orang-orang yang baik dan menghukum orang-orang yang jahat. Ini tidak benar, oleh karena menurut Luther “kebenaran Tuhan” itu adalah anugera Tuhan yang menerima orang-orang yang berdosa serta putus asa terhadap dirinya sendiri, sebaliknya Tuhanmenolak orang-orang yang menganggap dirinya baik. Tuhan telah mengenalkan kepada manusia kebenaran kristus dan memandangnya sebagai yang benar. Hukuman atas kesalahan manusia maupun belas kasihannya atas kebinasaan manusia sudah ditebusnya dalam salib kristus.
Titik dasar ajaran Luther adalah pertemuannya dengan Tuhan di dalam al-kitab yang berbeda dengan ajaran katolik tentang hubungan Tuhan dengan manusia. Ia berpendirian bahwa Tuhan itu hanya di atas tidak ada Tuhan yang menjelma dalam diri manusia, pengalaman manusia tidak akan mencapai kemauan Tuhan, perbuatan manusia itu mempunyai nilai, sedangkan Tuhan tidak dapat dinilai. Manusia hanya dapat berusaha mencari jalan keselamatan dengan imannya. Oleh karenanya apa yang disebut “api penyucian” dan “Idulgensi” itu tidak benar dan tidak perlu ada penghormatan terhadap orang-orang kudus. Apa yang dibenarkan Luther hanya tentang “perdamaina” dan “perjamuan”.[5]
Peristiwa yang membuat Luther bangkit bergerak menyerang gereja katolik adalah dikarenakan perbuatan yang disebut “simoni gereja”, dimana para biarawan dominikan di jerman melakukan transaksi jual beli surat-surat idulgensi untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan gereja Santo Petrus, sehingga nilai-nilai rohani dipermainkan dengan uang dan barang. Ia menantang untuk melakukanperdebatan umum tentang perbuatan yang menjatuhkan martabat agama itu.
Pada tanggal 310 oktober 1517 ditempelkannya surat berisi 95 dalil pada pintu gereja diWittenberg. Keesokan harinya yang bertepatan dengan hari raya orang-orang kudus, masyarakat banyak yang membacanya. Hal mana yang menimbulkan kegelisahan yang meluas keseluru jerman, oleh karena dalil-dalil yang dikemukakan Luther bertentangan dengan ajaran gereja katolik. Ternyata ia mendapat dukungandan masyarakat menuntut agar gereja mengahiri penyeleweangannya. Sebaliknya paus telah menuduh Luther telah sesat dan memerintahkan agar Luther menarik kembali ajaran-ajarannya. Namun secara diam-diam raja Fenderik melindunginya.[6]
Pada tanggal 15 juni 1520 Paus Leo menerbitkan bulla kepausan “Exsurge Domine” yang isinya mengutuk Luther dan menolak pendapat-pendapatnya, apa bila dalam waktu dua bulan ia tidak mencabt pendapatnya itu maka ia akan dikucilkan. Bulla Paus tersebut malahan dibakar dengansuatu audiensi dengan para guru besar dan mahasiswa dimuka pintu gerbang Wittenberg. Bulla yang kedua dikeluarkan lagi oleh Paus pada tanggal 3 januari 1521 namun masyarakat tidak lagi memperhatikannya.
Pada tanggal 18 april 1521 kaisar karel V mengadakan Reichstag (rapat negara) di Warms. Walaupun teman-temannya melarang Luther menghadiri pertemuan itu karena kemungkinan berbahaya, namun ia hadir juga dan malahan menjadi termasyhur atas pembelaannya di hadapan kaisar dan para bangsawan. Kembalinya dari pertemuan tersebut, di tengah perjalanan ia disergap pasukanberkuda yang ternyata pasukan Frenderik yang mengamankannya dari bahaya maut. Pada tanggal 26 mei 1521 karel V mengeluarkan Edicta Worms yang isinya mengucilkan Luther dan para pengikutnya dari masyarakat. Semua karangan Luther harus dibakar dan boleh ditangkap atau dibunuh oleh siapa saja. Ia disembunyikanFrenderik di puri Wartburg. Dikota ini ia menerjemakan penjanjian baru dalam bahasa jerman dan 12 tahun kemudia selesailahpenerjemahan al-kitab itu.[7]
Pada tahun 1526 diadakan lagi rapat negara di Speyer yang memutuskan bahwa Edicta Warms tidak berlaku sampai korsili berikutnya, mungkin ikarenakan pada tahun itu juga Horgaria telah jatuh ditangan kerajaan Turki, maka kepada para raja-raja di izinkan untuk mengatur daerahnya masing-masing. Hal ini berakibat tumbuhnya gereja-gereja lokal dan agakya yang merupakan gerejahegara protestan yang pertama adalah di Saksen dan Hessen.

B.       Ulrich Zwingli
Sejak peristiwa 31 oktober 1517 di Wettenberg dimana Luther mengumumkan 95 dalilnya, perkembangan revormasi gereja berjalan terus walupun banyak mengalami hambatan. Padatahun 1519 Ulrich Zwingli (1484-1531) seorang pastor di Glarus, Einsiedeln dan Zurich, mendukung gerakan Luther dan sejak tahun 1520 mulai aktif menyebarkan kegiatan pembaruan, sehingga pada tahun 1522 kegiatannya itu dilarang oleh dewan kota Zurich (swiss). Zwingli bukan mundur melainkan mengajukan suatu perdebatan umum, dalam perdebatan itu ia mengemukakan 67 dalil darial-kitab. Selanjutnya malahan dewan kotan mengambil kebijaksanaan agar para pengkhotbah mulai saat itu hanya menggambarkan injil yang sejati.[8]
Dalam tahun itu juga Prof. Karlstedt menimbulkan huru-hara di Wettenberg, karena ia menyuru agar semua biara dibubarkan, sehingga banyak rahim pria dan wanita meninggalkan biaranya. Pada tahun 1523 dilaksanakan lagi perdebatan yang kedu, setelah selesai perdebatan maka dewan kota memerintakan agar mengeluarkan salib, mezhab, patung dan orgel dari bangunan gereja dan misa dihilangkan. Akibatnya pertentangga antara pengikut Zwingli dengan golongan katolik roma terjadi perang. Peperangan itu dimenangkan gereja roma dan Zwiling mati dalam petempuran di dekat kapel pada tanggal 11 oktober 1531. Jenazahnya dipotong-potong dan dibakar habis. Kaumprotestan terpaksa menerima syarat-syarat perdamaian yang merugukan.
Antara Luther dan Zwiling terdapat perbedaan. Luther masih mempertahankan gereja lama asal isinya berubah, sedangkan Zwiling menghendaki perubahan keseluruhannya, baik isi maupun bentuknya. Menurut Luther soal perjamuan kudus adalah bukan perbuatan manusia tetapi suatu anugerah Tuhan yang dikaruniakan-Nyauntuk menyatakan bahwa Tuhan telah mampu membenarkan manusia yang berdosa karena kasih-Nya dan anugerah-Nya. Sedangkan menurut Zwingli bahwa perjamuan kudus itu adalah hidangan persaudaraan dan sebagai pernyataan jamaat kristen yang oleh Tuhan disadarkan sebagai penyempurnaan dan tugasnya.

C.      Jean Calvin
Jean Calvin (1509-1564) adalah seorang sarjana hukum dari prancis yang sebagaimana Zwingli adalah juga pengikut dari Erasmus. Ia rajin mempelajari karangan-karangan tentang gereja lama danpenuh perhatian terhadap teologi. Ia memasukigerakan reformasi sejak tahun 1533 dikarenakan ajarannya yang mengarah pada bentuk pemerintahan teokrasi yang berdisiplin keras maka ia diusir dari prancis. Pada tahun 1536 sampai 1538 ia melanjutkan ajaranya di Geneva, dikarenakan disini juga tidak dapatditerima masyarakat maka ia diusir pula dan pindah ke Strassburg di kotaini rupanya ajarannya mendapat sambutan baik dan kemudia ia kembali ke Ganeva tahun 1541 sampai akhir hayatnya pada tahun 1564.[9]
Ajaran Jean Calvin yang dikenal dengan sebutan “Institusio” merupakan suatu buku “katekisasi” yang kecil bagi jamaat kristen. Bukunya ini menjadi peganggan bag kaum protestan di samping buku katekisasi yang besar dari Luther. Bukunya ini menjadi sangat terkenal oleh Willem Karel (1536-1538) dijadikan pegangan untuk pembinaan rohani umat kristen di jeneva. Konsepsi ajarannya diajukan calvin kepada dewan kota geneva untuk dapat dilaksanakan dengan penuh dan ketat tertip dan rapi. Seluruh penduduk diharapkan menandatangani “surat pengakuan” sehingga seluruh penduduk kota jeneva hanyan terdiri dari orang-orang kristen yang betul-betul sadar pada ikrarnya. Setiap jamaat harus belajar menyanyikan mazmur dan memperhatika katekisasi, begitu pula diadakannya peraturan perkawinan yang baru.
Dalam hal ajaran pembenaran oleh iman, calvin sejalan dengan Luther, tetapi calvin menekankan pentingnya “penyucian” bagi kehidupan baru umat kristen, dimana para jamaat yang mendengarkan firman Tuhan dan yang ambil bagian dalam perjamuan kudus harus dalam keadaan suci, dan mereka yang tidak mengindahkan peringatan-peringatan akan terkena sanksi gereja. Untuk mengawasi sikap tindak warga kota jenava gereja bekerja sama dengan pemerintahan kota dan barang siapa yang menolak ajaran gereja akan di usir. Oleh karena kenyataan masyarakat belum siap untuk itu, maka terjadilah bentrokan antara calvin dan farel disatu pihak dan pemerintah kota dilain pihak.
Pada tahun 1541 calvin kembali di jenava dan melanjutkan usahanya mengatur kehidupan jamaat kristen dengan tata cara baru berdasarkan petunjuk perjanjian baru sampai akhir hayatnya pada tahun 1564. Dengan demikian geneva menjadi negara gereja yang calvinis yang berbeda dari Lutheran di jerman.

D.      Perbedaan ajaran Luther dan Carvil bekisar sebagai berikut:[10]
a.     Semua yang tidak jelas bertentangn dengan al-kitab menurut Luther boleh tetap dipakai, misalkan lilin, pakaian, altar, patung, salib dan sebagainya, sedangkan menurut calvin semua yang tidak diatur dalam al-kitab harus ditinggalkan.
b.    Menurut Luther pengampunan dosa karena dara yesus adalah anugra Allah, menghormati dan memuji Allah yang maha kudus dan agung adalah perbuatan amal dan sepuluh perintah itu adalah sumber pengetehuan manusia tentang betapa besarnya dan beratnya dosa manusia. Sedangkan calvin sebaliknya ia lebih mengutamakan ke agungan Allah dan kuasa Allah itu tanpaikatan apapun. Sedangkan perintah yang sepuluh itu adalah ketentuan dan pedoman bagi hidup baru dalam iman yang memimpin orang yang percaya kejalan penyelesaian dan pertobatan, penderitaan, karena kristus. Jadi Luther lebih menekankan pada iman yaitu pembenaran, sedangkan calvin menekankan pada akarpembenaran yaitu predistinasi dan buah pembenaran adalah pengudusan.
c.     Gereja dan penataannya menurut Luther adalah sesuatu yang objektif. Edangkan menurut calvil bukan sekedar tempat yang objektif untuk memberikan keselamatan orang yang beriman tetapi juga subjektif merupakan tempat persekutuan orang-orang beriman dengan kristus satu sama lain.
d.    Organisasi gereja menurut Luther telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada pemerintah, sedangkan menurut calvil gereja tidak bergantung pada pemerintah, tetapi gereja memerintah diri sendiri.
e.     Menurut Luther dalam perjamuan kudus bahwa roti dan anggur hanya lambang dan tubuh kristus yang dipermuliakan itu hadir dimana-mana.menurut calvil roti dan anggur adalah alat yang digunakan untuk memberikan tubuh dan darah kristus yang sebenarnya kepada umat kristiani.

E.       Kegiatan Kontra Reformasi
Setelah melihat gereja protestan berkembang meluas diseluruh eropa, makasejak pertengahan abad ke 16 dan awal abad ke 17 golongan gereja katolik berusaha mempengaruhi gerejanya, agar dapat menarik kembali umat kristen protestan kedalam katolik dan berusaha membendung berkembangnya reformasi. Usaha-usaha kontrak reformasi itu dimulai dari tahun 1540 dengan langka-langka sebagai berikut:[11]
a.    Tahun 1540 dibentuk suatu perserikatan yang merupakan “ordo yesuit” yang disahkan oleh paus, dan bertujuan untuk menghimpun umat sedunia agar masuk agama katolik dan sekaligus dalam rangka membatasi perkembangan revormasi.
b.    Pada tahun 1545 dan 1563 dilaksanakan konsilin diterente yang memutuskan dan menetapkan tentang yang mana ajaran kristen katolik yang diakui dan yang mana yang dianggap sudah sesat.
c.    Mengatur tentang “inkuisi” dengan memaksa semua orang yang dicurigai telah sesat agar mengakui kesesatan dan menyangkal kesesatannya dengan tindakan kekerasan pemerintahan duniawi.
Dengan adanya ketiga langkah tersebut dimana gereja katolik menggunakan perangkat, penggempur, lembaga peradilan dan memperjuangkan ajarannya, maka katolik berhasil mempersempit penyebaran protestan dan dapat memulihkan kembali wilayah katolik, kecuali belanda dan inggris yang bertahan.
Tindakan intoleransi dengan kekerasan tersebut berlaku selama abad 16-17, dimana nasib umat katolik di daerah protestan lebih baik dari pada umat protestan di daerah katolik. Semangat in-toleransi ini mulai mereda dalam abad ke 18.

C.      Sistem Ketuhanan Agama Kristen Protestan
Dasar-dasar dari kepercayaan dalam agama Kristen adalah krisosentrisme artinya bahwa yesus kristus itu berkedudukan sebagai sentral dari seluruh kehidupan orang-orang Kristen.
a.       Kepercayaan Tentang Tuhan
Menurut ajaran Kristen tentang Tuhan harus dilihat dua pihak, disatu pihak bahwa Allah itu tidak boleh turun dari Surga dilain pihak Allah itu menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus, yang mana antara keduanyamempunyai tekanan yang sama tanpa harus melebur yang satu dan yang lain.
Hal mana digambarkan dalam kedatangan Yesus bahwa Allah yang hidup itu telah menyatakan diri dengan Dia yang sungguh-sungguh Allah dan yang sungguh-sungguh manusia. Sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 4:24, bahwa: ”Allah itu roh dan barang siapa yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran”. Artinya Allah itu bukan makhluk yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Karena Allah itu roh.
Allah berada dalam kristus, khusus tentang nisbah antara Allah Bapa dan Anak Allah menurut dogna Kristen adalah rahasia illahi. Kerangka pengkajian terhadap konsepsi Allah Bapa:
Ø  Istilah Allah Bapa adalah hakikat Allah sendiri, tidak dalam kerangka berpikir manusia terhadap manusia
Ø  Istilah Bapa bukanlah merupakan nama, gelar, atau sifat yang ditambahkan pada kata Allah, bukan pengertian illahi an juga pengertian Bapa sekalian manusia dan bukan manusia.
Dikatakan dalam Mazmur 2:7 bahwa Allah telah memperanakkan saya yang diurapi Nya, kata memperanakan itu bukan dalam arti biologis. Kemudian dalam kisah 13:22-33 dikatakan Aku telah memperanakan Engkau pada hari ini, hal ini tidaklah berarti kelahiran Yesus di Beltehem, tetapi dalam arti kebangkitan.[12]

b.      Yesus Kristus
Dari mana bibit ide Ketuhanan Yesus itu? Ide itu berasal dari paham penyembah berhala bahwa Tuhan beranak pinak di bumi. Diberbagai wilayah dan kota-kota besar di kerajaan Romawi di luar Palestina orang menyembah “Tuhan beserta keluarganya”.
Mulai dari Tuhan tiga sampai ratusan. Mereka menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain di samping Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknum lain (Anak Allah) yang namanya Yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain yang namanya Roh Kudus.
Siapa pencetus ide “Anak Allah (Tuhan)”? Ide Anak Tuhan merupakan hal yang lumrah di masyarakat Yahudi. Mereka menganggap bahwa bangsa Israel adalah “Anak-anak Tuhan”. Bagi mereka istilah “Anak Tuhan” bukan untuk individu. “Anak-anak Tuhan” dalam pengertian individu merupakan paham penyembah berhala yang menganggap bahwa Tuhan beranak di dunia. (Tillich 1968).
Paulus yang menganggap Yesus lahir melalui intervensi Roh Kudus, memperkenalkannya kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi sebagai “Anak Tuhan (Allah)”.
“Jawab malaikat itu kepadanya: `Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yanq Maha Tinqqi akan menaunqi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” (Lukas 1:35).
“Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah” (Kisah Para Rasul 9:20) Pekerjaan Paulus yang mulai merusak ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus ini dikutuk oleh Allah dalam surah Maryam 19:88-92:
“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munqkar. Hampir-hampir lagit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yanq Pemurah mempunyai anak” (Surah Maryam 19:88-92)
Apa arti “Anak Tunggal Allah (Tuhan)”? Umat Kristen dengan bangga menjelaskan bahwa Yesus diperanakkan bukan dicipta. Menurut mereka, semua mahluk dicipta oleh Tuhan, demikian pula Nabi Adam. Tetapi Yesus lahir dari intervensi Roh Kudus yang datang menaungi perawan Maria sehingga hamil. Dari berbagai legenda, Tuhan menghamili seorang perempuan hanya sekali, sehingga disetiap zaman hanya ada seorang Anak Tuhan (anak tunggal).
“Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah” (Lukas 1:35).
Apakah anak Allah (Tuhan) setara dengan Allah (Tuhan)? Dalam filsafat Yunani, kedudukan Anak Tuhan dan dewa-dewa lainnya lebih rendah dari Tuhan. Sesuai ajaran filsafat Yunani, ketika Tuhan yang suci tidak dapat berhubungan dan menyelamatkan dunia serta manusia yang berdosa, dia mengirim anaknya atau dewa lain untuk mengatasi persoalan di dunia. Para pemimpin Gereja yang bermaksud untuk menaikkan kedudukan Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) agar setara dengan Tuhan Bapa menghadapi berbagai kendala.
Pertama, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa sehingga secara otomatis bapa memiliki kekuasaan untuk memerintahkan Anak, tetapi tentu anak tiada punya kuasa untuk memerintahkan Bapa.
Kedua, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, ada suatu saat dimana Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Kalau kedua-duanya sama-sama ada, tentu tidak ada Bapa dan Anak, saudara pun tidak.
“….AnakKu Enqkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini”. (Kis. 13:33)
Ayat di atas memperlihatkan bahwa kemarin Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Jadi pernyataan Hamran Ambrie dalam bukunya “Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal Yang Esa”, ha1.116 yang mengatakan: “Tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu dengan yang lainya”, adalah tidak benar.
Ketiga, karena para pemimpin Gereja mengatakan bahwa Bapa 100% Tuhan, sedangkan Anak (Yesus) adalah 100% Tuhan dan sekaligus 100% manusia sehingga keduanya tidak sama atau setara.[13]
Dalam bagian kedua pengakuan iman rasuli, Yesus Kristus mendapat kehormatan yang sama dengan Allah Bapa dalam arti gereja meyakini bahwa Yesus kristus adalah sesungguhnya Allah dan sekaligus sesungguhnya manusia. Dengan  demikian ditemukan dua segi pokok dalam arti Yesus Kristus:
a.              Yesus adalah manusia seperti halnya manusia pada umumnya, hanya saja tanpa dosa. Ia lahir dari wanita, ia merasa haus dan lapar, suka dan duka, mati yang dikuburkan.
b.             Yesus tergolong Allah(Yosua:penolong), karena ia adalah juru selamat yang datang dari Allah untuk menyelamatkan dunia dan manusia dan dia anak Allah yang sudah dibangkitkan dan hidup, maka Dia berkata Aku dan Bapa adalah satu.
c.       Roh Kudus
Dilihat dari namanya , sifat dan peranannya roh kudus juga adalah Allah. Setiap orang yang percaya yakin bahwa Allah melalui Roh Kudus mau bersemayam dalam hati umat Kristen.[14]
Jadi sistem ketuhanan Kristen protestan sama dengan Kristen katolik yakni trinitas. Hanya saja Kristen katolik sebelum berdoa ke yesus, ia berdoa dulu melalui bunda maria. Sedangkan protestan berdoa langsung ke yesus tanapa perantara melalui bunda maria.

D.      Kitab-Kitab Suci Agama Kristen Protestan
Kitab suci protestan disini sama dengan kitab suci Kristen katolik yakni al-kitab dengan penyebutan nama Injil yang diambil dari perjanjian baru. Namun perbedaan nya dalam kitab suci protestan dalam perjanjian lama ada 39 bab sedangkan katolik 45 bab, di dalam perjanjian baru dalam protestan dan katolik ada 27 bab. Injil adalah nama kitab yang ada di dalam perjanjian baru. Isi dari perjanjian lama dan baru tidak ada perbedaannya.
Maka kalau kita perhatikan juga bacaan Alkitab di dalam misa kudus Minggu umumnya, bacaan pertama dan Mazmur di ambil dari Perjanjian Lama, bacaan kedua dari surat- surat para Rasul Perjanjian Baru, dan bacaan Injil dari salah satu dari keempat Injil Perjanjian Baru. Sedangkan pada misa harian, bacaan pertama diambil dari Perjanjian Lama atau surat-surat para rasul dari Perjanjian Baru, Mazmur dari Perjanjian Lama, dan Injil dari Perjanjian Baru.
Perlu kita ketahui, bahwa Perjanjian Baru tidak terpisah dari Perjanjian Lama. Makna Gereja sebagai Umat Baru Pilihan Allah (the new People of God) hanya dapat dimengerti dengan baik jika kita melihat kepada bangsa Israel pada Perjanjian Lama yang menjadi bangsa pilihan Allah (Lumen Gentium 9), demikian juga keberadaan sakramen-sakramen seperti Baptis untuk memperbaharui makna sunat dan menyempurnakannya, sakramen Imamat (jabatan) menyempurnakan imamat suku Lewi pada bangsa Israel.
Di atas semua itu, jangan lupa bahwa 2/3 bagian Kitab Suci adalah Perjanjian Lama, yang dipenuhi dalam Perjanjian Baru. Yesus sendiri adalah Allah Immanuel yang telah dinubuatkan oleh para nabi , dan nubuat-nubuat ini tercantum dalam Perjanjian Lama.
Di Perjanjian Lama, yang ada adalah roti manna yang turun dari langit, sdangkan di Perjanjian Baru adalah Roti Hidup, Yesus yang turun dari surga.
Di Perjanjian Lama, yang ada tabut Perjanjian Lama berisi kitab Taurat Musa, roti manna, dua loh batu 10 Perintah Allah; di Perjanjian Baru adalah Bunda Maria sebagai tabut Perjanjian Baru, yang mengandung Yesus Kristus Sang Sabda yang menjadi Manusia, sang Roti Hidup yang turun dari surga.[15]
Kitab yang hanya terdapat dalam Kitab Suci Katolik semuanya merupakan bagian dari Perjanjian Lama. Selain itu terdapat juga beberapa ayat dalam kitab-kitab tertentu yang hanya terdapat dalam Kitab Suci Katolik. Mengapa terjadi perbedaan demikian? Jawabannya amat rumit, tetapi secara sederhana dapat dijelaskan seperti berikut ini.
Orang-orang Yahudi menulis Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak secara "resmi" menuliskan daftar atau kanon dari kitab-kitab tersebut sampai akhir abad kedua. Sekelompok orang Yahudi khawatir kalau-kalau pada akhirnya tulisan-tulisan Kristen juga akan dimasukkan orang ke dalam kanon mereka. Untuk mencegah hal tersebut, setelah melalui debat yang panjang, mereka memutuskan untuk mencantumkan hanya kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani saja yang termasuk dalam kanon mereka. Dengan demikian mereka dapat mengeluarkan kitab-kitab Kristen yang semuanya ditulis dalam bahasa Yunani.
Namun demikian, ada pula beberapa bagian dari kitab Perjanjian Lama yang hanya tersedia salinannya dalam bahasa Yunani, sedangkan kitab aslinya yang ditulis dalam bahasa Ibrani telah hilang. Dengan demikian kitab-kitab tersebut, yang dulunya juga mereka terima, ikut dikeluarkan dari kanon Yahudi.
Gereja Katolik tidak mengikuti keputusan mereka. Terutama karena beberapa kitab yang ditulis dalam bahasa Yunani mendukung doktrin (doktrin = ajaran) Katolik, misalnya tentang Roh Kudus. Gereja Katolik tidak membuat daftar atau kanon resmi sampai beberapa abad kemudian. Sejak awal mula Gereja Katolik menerima semua kitab yang sekarang ada dalam Kitab Suci kita.
Pada abad ke-16, Gereja Protestan mulai mempergunakan Kitab Suci sebagai dasar ajaran mereka. Martin Luther menolak semua kitab yang tidak terdapat dalam kanon Perjanjian Lama Yahudi. Alasan penolakannya adalah karena beberapa bagian dari kitab-kitab tersebut tidak mendukung ajarannya. Seperti misalnya, Luther tidak setuju dengan ajaran Gereja Katolik mengenai Api Penyucian. Padahal gagasan tentang api penyucian terdapat dalam Kitab Makabe.
Selanjutnya Luther juga mencoba mengeluarkan beberapa kitab Perjanjian Baru, misalnya Surat Yakobus. Beberapa gagasan dalam surat Yakobus tidak sesuai dengan ajaran Luther, misalnya tentang ajaran Luther yang menyatakan bahwa perbuatan baik tidak diperlukan dalam memperoleh keselamatan, melainkan hanya iman. Tetapi, pada akhirnya, ia harus memasukkan juga Surat Yakobus dalam kanonnya.
Kitab-kitab Perjanjian Lama yang diakui baik oleh Gereja Katolik maupun Gereja Protestan disebut Protokanonika (protokanonika: kanon yang pertama). Kitab-kitab Perjanjian Lama yang diakui oleh Gereja Katolik tetapi tidak diakui oleh Gereja Protestan di tempatkan di bagian antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Bagian ini oleh Gereja Katolik ini disebut dengan Deuterokanonika (deuterokanonika: kanon yang kedua), sedang oleh Gereja Protestan disebut Apokrip: buku-buku keagamaan yang baik untuk dibaca tetapi tidak diilhami Roh Kudus).
Hingga kini Gereja Katolik terus mempertahankan serta menghormati kitab-kitab seperti yang telah diterima oleh Gereja Kristen Purba. Jika Kitab Suci yang mereka wariskan itu baik bagi mereka, tentu baik pula bagi kita..[16]
Injil markus merupakan injil yang sederhana yang banyak menekankan segi lahiriah dan materialisti dari kehidupan Yesus. Inil ini juga banyak memuat mukjizat dan di dalamnya Yesus sering digambarkan sebagai orang yang menyembuhkan orang sakit (kurang lebih seorang dukun). Tetapi injil yohanes dikutip sebanyak 132 kali, Yesus ditonjolkan sebagai guru yang memberikan penjelasan mengenai ajarannya dan juga menjelaskan tingkah lakunya. [17]
E.       Madzhab/Sekte-Sekte Agama Kristen Protestan
Agama bagi para pengikut Yesus dari Nazaret yang percaya bahwa Yesus adalah Sang Kristus atau Mesiah dan berseru dengan perkabaran Injil atau Perjanjian Baru kepada umat manusia jalan menuju keselamatan ini, sejak semula sudah mengalami perpecahan. Perbedaannya dengan agama yang lain adalah dikarenakan pengakuannya bahwa yang diperoleh pada tingkat terakhir dapat dicakup tidak dalam ajaran atau system, tetapi didalam diri Yesus Kristus pribadi sebagai Firman Allah yang berwujud manusia.[18]
1.        Perpecahan
Pada mulanya agam Kristen sebenarnya merupakan suatu sekte dari agama Yahudi sebagai Mesiah sebagaimana dijanjikan dalam kitab Taurat. Namun dikarenakan adanya pertentangan keras pada generasi umat Kristen pertama, maka terjadilah perpecahan dengan bangsa Yahudi yang tidak mengakui Yesus sebagai Mesiah. Pada abad kedua Masehi, agama ini menemukan bentuknya setelah berkonfrontasi dengan orang-orang bukan Yahudi, karena penyebarannya sampai Byzantium dan Romawi.
Di masa Konstanti Agung (313 M), Romawi bertoleransi kepada agama Kristen dan memberi hak hidup, maka pada tahun 380 M agama Kristen tumbuh dalam bentuk Katolik Roma yang ortodoks, memegang monopolinya di Benua Eropa, disamping Gereja Byzantium (Kristen Yunani) yang berpengaruh di jazirah Balkan sampai Rusia. Terjadinya pertentangan antara aliran Kristen Barat dan Kristen Timur itu, maka lahirlah aliran Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur (Yunani). Perpecahan bertambah parah dikala terjadinya gerakan reformasi pada abad ke-16, dan lahirnya berbagai macam sekte yang memisah dari Gereja Katolik.[19]

2.        Sekte-Sekte
Akibat dari berpisahnya umat Kristen Protestan dari Gereja Katolik dengan ciri-ciri Protestanismenya yang membuat tradisi tunduk pada al-Kitab sebagai dasar doktrin dan prakteknya dan menegaskan ‘justification by faith’ (pembenaran atau kebenaran melalui agama), dengan cara mengkhoybahkan al-Kitab dan ketinggian moral atau peradaban pribadi, serta menolak kekuasaan Paus, menolak Misa dan pemujaan para Santa (orang suci). Maka sejak terjadinya perlawanan tersebut lahirlah berbagai sekte agama Kristen yang pada mulanya merupakan sekte-sekte aliran Luther, Calvin, Anglican, Zwingli, dan sekte-sekte Anabaptis.
Akibat dari cara pembahasan al-Kitab secara perorangan dengan penekanan ajaran tertentu, maka cenderung melahirkan berbagai macam sekte keagamaan yang lecil-kecil, seperti adanya gereja-gereja Kongregasi, Baptis, Quaker, Metodis, Moravia, Tentara Bala Keselamatan, Advent, Pantekosta, dan lainnya. Gereja-gereja sekte tersebut Nampak hidup juga di Indonesia, disamping ada gereja-gereja Protestan menurut kelompok masyarakatnya masing-masing sebagi berikut:
1.      Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tarutung.
2.      Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kabanjahe.
3.      Gereja Methodist Sumatra, Medan.
4.      Banua Niha Kristen Protestan, Nias.
5.      Gereja Kalimantan Evangelis, Banjarmasin.
6.      Gereja Protestan di Indonesia, Jakarta, (4 synode).
7.      Gereja Masehi Injili Minahasa, Tomohon.
8.      Gereja Protestan Maluku, Amboina.
9.      Gereja Masehi Injili di Timor, Kupang.
10.  Gereformeede Kerken in Indonesia, Jakarta.
11.  Gereja Kristen Pasundan, Bandung.
12.  Gereja Kristen Jawa di sekitar Gunung Muria Kudus.
13.  Gereja-gereja Kristen Jawa di Jawa Tengah, Salatiga.
14.  Gereja Kristen Jawi Wetan, Malang.
15.  Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui Chu Hui Jakarta.
16.  Tionghoa Ki Tok Kau Hwee-Khu Hwee Jawa Barat Bandung.
17.  T. H. K. T. K. H. - Synode Jawa Tengah Yogyakarta.
18.  T. H. K. T. K. H. – Khu Hwee Jawa Timur, Surabaya.
19.  Gereja Kristen Protestan Bali, Denpasar.
20.  Gereja-gerja Kristen Sumba, Sumba.
21.  Gereja Masehi Injili Sangihi dan Talaud, Sangir.
22.  Gereja Masehi Injili Bolaeng Mongondow, Kotamobagu.
23.  Gereja Kristen Sulawesi Tengah Poso.
24.  Gereja Toraja, Rante Pao.
25.  Gereja Kristen Makasar Bugis di Sulawesi Selatan, Makasar.
26.  Gereja Kristen di Sulawesi Tenggara, Kendari.
27.  Gereja Masehi Injili di Halmaheira, Tobelo.
Dengan gerakan ‘Oekumenis Modern’ dalam abad ke-20 maka diadakan pertemuan-pertemuan untuk mempersatukan berbagai gereja yang bermacam-macam itu. Hal mana dimulai sejak Konferensi Zending Sedunia di Edinburg (1910). Dewan Gereja Sedunia di Amsterdam, berdirinya Dewan Gereja Di Indonesia (DGI) berpusat di Jakarta bulan Mei (1950). Bahkan sejak 1960 telah diadakan sekretariat untuk Kesatuan Kristen di Gereja Katolik Roma Vatikan.[20]
F.       Doktrin/Ajaran Pokok yang Dikembangkan Agama Kristen Protestan
Dasar-dasar dari kepercaaan dalam agama Kristen adalah Kristosntrisme, artinya bahwa Yesus itu berkeduukan sebagai sentral dari seluruh kehidupan orang-orang Kristen.
1.        Sistem Kepercayaan
Asas-asas ang menonjol menurut ajaran dalam agama Protestan adalah “anti pemutlakan terhadap hal-hal yang relatif” dan “pembenaran iman”, dimana setiap umat Kristen dapat bertemu dengan Allah dalam tiga tempat, yaitu:
1)        Dalam tatanan keagungan alam
2)        Dalam pribad Yesus Kristus yang hidup di alam semesta.
3)        Dalam hai nurani manusia.[21]
a.       Pengakuan Iman Rasuli
Pokok ajaran agama Nashrani yang ada sekarang adalah sebagaimana termaktub dalam syahadat 12 (Credo para Rasul), yaitu:
1.      Aku percaya akan Allah, Bapa yang maha kuasa, pencipta langit dan bumi.
2.      Dan akan Yesus Kristus, Puteranya yang tunggal Tuhan kita.
3.      Yang dikandung dari roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria.
4.      Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan.
5.      Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
6.      Yang naik ke surga duduk disebelah kanan Allah Bapa yang maha kuasa.
7.      Dari situ ia akan mengeadili orang yang hidup dan mati.
8.      Aku percaya akan roh Kudus.
9.      Gereja katolik yang kudus, persekutuan para kudus.
10.  Pengampunan dosa.
11.  Kebangkitan badan.
12.  Kehidupan kekal.[22]
Kecuali syahadat dua belas tersebut, undang-undang sepuluh dari nabi Musa juga dianggap menjadi ajaran yang pokok oleh agama Nashrani.[23]
b.      Kepercayaan Tentang Tuhan
Menurut ajaran Kristen tentang Tuhan harus dilihat dari dua pihak, yaitu pihak bahwa Allah itu tidak boleh turun dari Surga, dilain pihak Allah itu menjadi manusia didalam diri Yesus Kristus., yang mana antara keduanya mempunyai tekanan yang sama tanpa harus melebur yang satu dengan yang lainnya.
Allah berada dalam Krostus, khusus antara nisbah antara “Allah Bapa” dan “anak Allah”, menurut dogma Kristen adalah “rahasia Ilahi”. Kerangka Pengkajian terhadap konsepsi Allah bapa ialah bahwa:
1)        Istilah “Allah Bapa” adalah hakikat Allah sendiri, tidak dalam kerangka berfikir manusia terhada manusia.
2)        Istilah “Bapa” bukanlah merupakan nama, gelar, atau sifat yang ditambahkan pada kata “Allah”, bukan pengertian Ilahian dan juka bukan bepaa sekaalian  manusia dan bukan dalam arti biologis manusia.
c.       Yesus Kristus
Kedatangan Yesus Kristus merupakan vberita gembira sebagai tanda Allah mengasihi manusia. Betapa besar cint kasih Aallah kepaada manusia sehingga Yesus menerima penderitaannyaa, menuru apa yang sudh direncanakan Allah untuk menenbus dosa manusia.
d.      Roh Kudus
Dilihat dari namanya, sifat dan peranan karyanya Roh Kudus juga adalah Allah. Setiap orang yang percaya yakin bahwa Allah melalui Roh Kudus mau bersemayam dalam hati umat Kristen. Karya dan peranan Roh Kudus adalah dalam rangka menuju keselamatan manusia, salah satunya adalah untuk menginsafkan manusia akan pertemuannya dengan Yesus Kristus melalui penginsafan dosa manusia karena tidak percaya padanya.
e.       Sakramen
Sakramen merupakn pusat dari iabadah (liturgi) yang merupakan perbuatan lahir yang Ilahi atau juga disebut dengan Firman yang nyata. Diperlukannnya sakramen itu adalah untuk keselamatan agar manusia mendapat anugrah pembenaran, sakramen itu harus ada atau sekurang-kurangnya orang harus mempunyai keinginan.[24]
2.        Alam Semesta, Etika, Eskatologi
a.       Alam dan  Manusia
Alam semseta adalah ciptaan Tuha dan Tuhan bekerja dalam ciptaannya itu, tetapi dia tidak berada didalam ciptaannya. Di dalam alam manusia dititahkan Tuhan untuk membudayakan, kemapuan mengusahakan diberikan kepada manusia ada dalam janji Firmannya yang berlaku hingga sekarang.


b.      Etika
Etika merupakan ilmu dimana manusai mnjalin hubungan dengan manusia lainnya berdasarkan pengertian dari umat Kristen. Tujuan etika tersebut adalah untuk menggerakkan orang supaya bertobat dan membangunkan agar orang berjuang melalui gangguanyang timbul dari sifat wataknya melalui pembenaran dalam kehidupan manusia sehingga dirinya menjadi manusia ciptaan baru.
c.       Eskatologi
Eskatologi adalah ilmu tentang akhir zaman, sebagaimana dinyatakan dalam pengakuan Iman Rasuli yang menyatakan bahwa Yesus Kristus akan datang untuk kedua kalinya ke dunia untuk menghukum orang yang hidup dan mati.. Jadi pusat ilmu hari kiamat ini terletak pada Yesus Kristus sebagai orang yang dimatikan dan dipercaya.[25]






BAB III
Praktek Keagamaan Dalam Agama Kristen Protetan

A.      Ritual Keagamaan Dalam Agama Kristen Protetan
1.        Ibadah
Benda-benda yang digunakan umat Kristen untuk beribadah adalah Alkitab, sebuah Salib, and sebuah Rosario.

2.        Liturgi
Justin Martyr menggambarkan liturgi (tata cara urutan ibadah) Kristen di First Apology kepada Penguasa Antoninus Pius pada abad ke-2, dan penggambarannya masih relevan untuk menggambarkan struktur dasar dari liturgi ibadah Kristen. Justin menggambarkan, orang Kristen berkumpul untuk ibadah bersama pada hari Minggu, yaitu hari Yesus bangkit dari kubur. Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tapi terutama dari Injil. Pada akhir dari liturgi ibadah, diadakan Perjamuan Kudus, untuk memperingati pengorbanan Yesus.
Namun gereja pada saat ini juga ada yang mengadakan ibadah selain hari Minggu. Gereja Advent Hari Ketujuh berkumpul pada hari Sabtu. Gereja Pentakosta atau Karismatik mengikuti "tuntunan Roh Kudus" dan tidak memiliki liturgi yang tertulis, walaupun ada tata cara urutan umum kebiasaan ibadah yang biasanya dari minggu ke minggu mirip. Gereja Evangelical menggabungkan Pop dan Rock ke dalam ibadahnya, sementara beberapa Gereja yang lain melarang sama sekali penggunaan alat musik dalam ibadah, seperti Gereja Orthodox.
Ibadah dapat divariasikan untuk acara-acara khusus, seperti baptisan, pernikahan, atau hari raya Kristen seperti Natal dan Paskah. Ada pula ibadah untuk anak-anak, yang biasanya disebut Sekolah Minggu atau Ibadah Anak.

3.        Sakramen
Sakramen adalah ritus Agama Kristen yang menjadi perantara (menyalurkan) rahmat ilahi. Kata 'sakramen' berasal dari Bahasa Latin sacramentum yang secara harfiah berarti "menjadikan suci". Salah satu contoh penggunaan kata sacramentum adalah sebagai sebutan untuk sumpah bakti yang diikrarkan para prajurit Romawi; istilah ini kemudian digunakan oleh Gereja dalam pengertian harfiahnya dan bukan dalam pengertian sumpah tadi.

4.        Kalender Liturgis
Komunitas Katolik Roma, Anglikan, dan Kristen Protestan mengatur ibadah dalam jadwal kalender liturgis. Hal ini termasuk hari-hari suci, misalnya Hari Perenungan yang memperingati sebuah kejadian di dalam hidup Yesus Kristus, hari-hari puasa, atau perayaan-perayaan biasa seperti hari memperingati orang-orang kudus. Komunitas Kristen yang tidak mengikuti tradisi kalender liturgis biasanya masih tetap merayakan perayaan-perayaan tertentu, seperti Natal, Paskah, dan Kenaikan Yesus ke Surga. Beberapa Gereja sama sekali tidak memakai kalender liturgis.

5.        Simbol
Salib, yang saat ini adalah simbol Kekristenan yang paling mudah dikenali di seluruh dunia, telah digunakan sebagai simbol Kristen pada zaman sangat awal. Lambang ikan juga nampaknya berada di urutan teratas lambang favorit setelah salib. Lambang ikan dipakai oleh karena kemiripan 5 huruf konsonan yang membentuk kata ikan (Ichthys), yang mana dapat dipakai sebagai singkatan untuk menggambarkan Yesus: Iesous Christos Theou Yios Soter, artinya Yesus Kristus, Anak Allah, Penyelamat.
Orang Kristen awal mula suka untuk menghiasi makam-makam mereka dengan ukir-ukiran dan gambar mengenai Yesus, orang-orang kudus, kejadian dari Alkitab, dan perlambang-perlambang yang lain. Orang-orang Kristen awal tidak memiliki pemikiran negatif menganai gambar, ukiran, maupun patung. Simbol-simbol yang lain meliputi burung merpati (simbol Roh Kudus), anak domba (simbol pengorbanan Yesus), pohon anggur beserta ranting-rantingnya (simbol bahwa orang Kristen harus memiliki hubungan secara pribadi dengan Yesus) dan banyak yang lain. Semua ini diambil dari ayat-ayat Alkitab Perjanjian Baru.


6.        Baptisan
Baptisan merupakan sebuah ritual dan sakramen menggunakan air, yang menandakan seseorang berkomitmen menjadi seorang Kristen dan tergabung menjadi anggota Gereja. Ada Gereja yang memperbolehkan baptisan dengan air yang dipercikkan (misalnya Gereja Katolik dan Othodox), ada Gereja yang mengharuskan baptisan dilakukan dengan diselamkan kepada air seperti Yesus (misalnya Gereja Kristen Protestan dan Karismatik).

7.        Doa
Pengajaran Yesus tentang doa pada Khotbah di Bukit menggambarkan bahwa doa secara Kristiani hanya memakai sedikit faktor eksternal, atau tidak ada sama sekali, seperti misalnya harus menggambar simbol-simbol tertentu atau harus menyembelih hewan-hewan tertentu terlebih dahulu sebelum berdoa. Dalam doa secara Kristiani, semua perilaku-perilaku yang menekankan kepada "teknik-teknik berdoa" yang menggunakan faktor eksternal seperti yang tadi disebutkan biasanya dituduh sebagai "pagan" (paganisme, penyembahan berhala). Karena itu, dalam doa secara Kristiani, yang ditekankan adalah cukup hanya perlu percaya kepada kebaikan Tuhan ketika berdoa.  Di seluruh Perjanjian Baru, penekanan terhadap kebebasan untuk datang kepada Tuhan ini pun ditekankan.  Keyakinan ini harus dilihat dari sudut pandang kepercayaan Kristen terhadap hubungan yang unik antara orang percaya dengan Yesus, lewat Roh Kudus.
Dalam tradisi lanjutan, beberapa gerakan sebelum berdoa dianjurkan, seperti misalnya membuat tanda salib, berlutut, atau membungkuk. Kebiasaan melipat tangan, menyatukan kedua tangan di depan dada, atau mengangkat tangan pun terkadang sering dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi ketika berdoa dan mengekspresikan isi doa.[26]

8.        Tradisi Protestan
Beberapa tradisi Protestan tidak mengakui waktu suci selain Natal dan Paskah.  Bagi Protestan, waktu sakral yang diselenggarakan oleh kalender liturgi yang merayakan semua peristiwa besar dalam kehidupan Yesus dan dalam Gereja awal sepanjang perjalanan setiap tahun.
Ritual baptisan dan Perjamuan Tuhan telah di antara aspek yang paling penting dan diperdebatkan dari Protestanisme.  Praktik-praktik ini mewujudkan perbedaan teologis penting yang membedakan cabang-cabang Protestan Kristen (Reformed / Presbyterian, Lutheran, Anglikan, Baptis, dll).
Protestan kehidupan sehari-hari dibentuk oleh doktrin imamat semua orang percaya, yang memiliki implikasi untuk hal-hal seperti panggilan dan etos kerja, dan dengan keyakinan bahwa keselamatan adalah oleh iman, yang mengarah ke penekanan pada pemeliharaan kesalehan pribadi.
Simbolisme Protestan cenderung untuk mengarahkan perhatian pada doktrin-doktrin kunci keselamatan oleh iman dalam, kematian kebangkitan hidup, dan Yesus (sebagai karunia Roh), imamat semua orang percaya (dan sehingga mengecilkan simbol menyisihkan menteri sebagai berbeda dari orang lain), dan sola scriptura (pentingnya Alkitab).[27]

B.       Upacara Keagamaan Agama Kristen Protetan
Adapun beberapa upacara keagamaan dalam agama Kristen protestan ialah sebagai berikut:
1.        Penjamuan Suci
Penjamuan suci merupakan upacara makan minum yang pernah dilakukan oleh yesus kristus pada suatu malam ketika dia di hianati oleh orang-orang yahudi. Dalam penjamuan tersebut terjadilah penjamuan pertemuan antara yesus kristus dengan orang-orang yang berdosa.Mereka pada saat itu mendapatkan pengampunan dosa oleh kristus dengan diberi roti dan minum anggur sebagai lambang perdamaian.[28]



2. Sakramen Pembabtisan
Sakramen adalah adalah merupakan pusat dari ibadah (liturgi) yang merupakan perbuatan lahir yang ilahi atau juga disebut dengan firman yang nyata. Sakramen itu disusun dan ditetapkan dalam konsili LuteranIV dan Konsili Trente yang menyimpulkan bahwa sakramen adalahalat anugrah yang bukan saja sebagai tanda dan cap anugerah tetapi juga Allah hanyalah mengabarkan adanya anugerah dan yang dapat diberi anugerah hanyalah sakramen.
Diperlukannya sakramen adalah untuk keselamatan agar manusia mendapat anugerah pembenaran, sakramen itu harus ada dan sekurang-kurangnya orang harus mempunyai keinginan untuk melakukannyaoleh karenanya percaya saja tidak cukup. Menurut kristen protestan, sakramen itu ada 2 macam yaitu sakramen pemandian atau sakramen pembabtisan dan sakramen ekaristi atau sakramen penjamuan suci yang juga di sebut komuni suci, misa atau pengorbanan suci dan lain sebagainya.
Protestan melakukan sakramen pembaktisan atas orang-orang yang telah mencapai usia dewasa dengan memandikan mereka.Hal ini dilakukan sebagai apa yang dilakukan oleh yahya yang memandikan yesus sebagai upacara pembaktisan menjadi rosul tuhan dengan air sungai yordan pada waktu usia 30 tahun.[29]
Sakramen penjamuan suci berarti ucapan syukur, dimana ketika pelaksanaannya yesus secara rohani dan maknawi berbentuk roti dan anggur yang menjadi makanan. Dengan pengertian bahwa bukan saja tubuh yang memerlukan santapan tetapi juga rohani dalam diri manusia membutuhkannya. Dengan demikian yang merupakan santapan rohani adalah roti (yesus kristus) dimaksudkan agar ikatan batin antara orang-orang yang percaya bertambah erat dengan yesus. Di dalam penjamuan suci itu yesus hadir dalam rohnya dan dia akan berada dalam diri manusia yang percaya. Roti melambangkan tubuh yesus dan anggur melambangkan yesus sebagai air hidup yang harus diminum.[30]



C.      Tempat-Tempat Suci
Gereja asalnya dari bahasa portugis yaitu “Gereja” yang berasal pula dari “eklesia” bahasa Yunani, yang berarti jeemat yang terpanggil keluar dari dunia untuk menjadi milik Tuhan.[31]
Protestan merupakan gereja mereka dinamakan gereja Injil. Maksudnya dari nama ini menunjukkan bahwa pengikut-pengikutnya mengikuti injil semata-mata.
Dengan nama ini mereka menentang gereja lain yang menganggap pengertian injil adalah menurut pendapat orang-orang gereja dan tida menganggap Injil itu satu-satunya sumber untuk agama Masehi, bahkan mereka menambahkan padanya pelajaran-pelajaran yang tidak tercantum di dalamnya, yang ditambahkan oleh para pope. Protestan tersiar di Jerman, Inggris, Denmark, Belanda, Swiss, Norwegia, dan Amerika Utara.

D.      Bandingan Dengan Islam
1.        Perbedaan Kristen dan Islam tentang Tuhan, tentang Adam, tentang Nabi Isa Almasih dan tentang Manusia.
Sebagaimana dimaklumi, bahwa pendiri agama Nasrani sekarang (Kristen) bukanlah Nabi Isa Almasih, tetapi paulus, dia telah berhasil merubah agama Nabi Isa yang tauhid kepada Trinitas (bertuhan tiga). Dia menyatakan bahwa Isa Almasih itu Yesus adalah anak tuhan.
Untuk meyakinkan seluruh manusia bahwa Isa itu anak Tuhan, dia tarik perhatian manusia kepada peristiwa nenek moyang kita nabi Adam dan Hawa yang terlanjur bersalah memakan buah kayu larangan tuhan.
Jika disimpulkan ajaran paulus untuk meyakinkan manusia bahwa Isa Almasih anak tuhan, bahwa adam dan Hawa nenek moyang kita manusia telah berdosa besar melanggar larangan Allah.
1.      Adam dan Hawa tidak pernah taubat dari kesalahan mereka
2.      Oleh karena mereka tidak taubat, lalu mereka keduanya dibuang ke bumi
3.      Di bumi, Adam dan Hawa telah beranak puinak dan menurunkan turunan yang banyak. Karena adam dan Hawa berdosa besar dan tidak pernah taubat, maka setiap turunannya yang lahir di muka bumi, lahir dengan membawa dosa waris dari Adam dan Hawa.
4.      Maka semenjak Adam berdosa dan anak cucunya memenuhi bumi dengan dosa, tuhan bingung dan risauberibu tahun, sulit bagi tuhan mengambil keputusan akan di apakan Adan dan anak cucunya. Kalau menurut keadailan sesuai dengan dosa Adam dan semua turunnya ditumpas dan dilemparkan ke dalam neraka. Tapi cara yang demikian bertentangan dengan sifat Allah Pengasih dan Penyayang. Kalau menurut hukum kasih sayang, yang bersalah dimaafkan saja. Kalau dimaafkan saja bertentangan pula dengan keadilan. Begitulah kata Paulus, sehingga beribu tahun lamanya Tuhan bingung, tidak dapat menentukan hukum.
5.      Tetapi dalam bningungnya tuhan, tiba-tiba tuhan menampak perawan suci sedang beribadat di Baitul Makdis. Maka terpikirlah oleh tuhan, dimasukkan anak ke dalam rahim gadis ini, anak ini nanti akan dilahirkannya dan akhirnya anak itu akan disalibkan, guna penebus dosa Adam dan Hawa serta semua anak cucunya.[32]
Dalam Pandangan Islam Tentang Ajaran Paulus yang Demikian.
1.      Tentang Adam yang bersalah atau berdosa, benar Adam bersalah, Al-Qur’an pun menyebutkannya. Tetapi Adam dan Hawa menyesali kesalhan mereka dan bertaubat memohon ampun kepada Allah.
Allah menyebutkan dalam firman-Nya dalam surat Al ‘Araf: 23, doa Adam dan Hawa ketika mereka memohon ampun dan bertaubat.
Ÿw$s% $uZ­/u !$oY÷Hs>sß $uZ|¡àÿRr& bÎ)ur óO©9 öÏÿøós? $uZs9 $oYôJymös?ur ¨ûsðqä3uZs9 z`ÏB z`ƒÎŽÅ£»yø9$#
Artinuya:  keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.

2.      Paulus mengatakan bahwa Adam dan Hawa dibuang ke muka bumi. Dalam pandangan Islam Adam dan Hawa bukan dibuang, tetapi mereka diturunkan ke bumi, sesuai dengan rencana Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Allah memberitahukan kepada para malaikat, kekika Allah henddsk menjadikan Adam bahwa allah akan menjadikan seorang kholifah di muka bumi dalam surat Al Baqarah ayat 30:
øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ßÅ¡øÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? 
Artinya: ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
3.      Paulus mengatakan bahwa karena Adam dan Hawa tidak taubat dan tetap bersalah, maka semua anak cucu dan turunannya masing-masing lahir dengan membawa dosa waris dari nenek moyang mereka.
Islam menolak faham yang demikian dengan sabda Rasulullah saw.:
ما من مولود الا يولد على الفطرة  
 Tidak ada seorang anak dilahirkan melainkan lahirnya dengan kesucian, tidak membawa dosa.
Dalam Islam pun diajarkan, bahwa seorang dipandang bersalah atau berdosa bila dia telah berumur dewasa, berakal waras, telah tahu membedakan baik dan buruk dan telah sampai kepadanya tuntunan kebenaran. Berbuat salah, barulah dianggap bersalah. Maka bayi yang baru lahir dari perut ibunya tidak dapat dipandang berdosa.
4.      Paulus mengatakan, bahwa semenjak Adam berdoasa dan melhat cucu Adam yang mewarisi dosa telah bertebaran di muka bumi, Allah risau dan bingung, apa tindakan hukum yang akan dilakukan terhadap mereka, sampai beribu tahun Tuhan dalam kebingungan.
Islam memandang bahwa bingung dan risau mustahil pada Allah. Allah mempunyai sifat-sifat Maha Sempurna. Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan dalam menetapkan hukum, firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Ali Imran 199:
žcÎ).... ©!$# ßìƒÎŽ|  É>$|¡Åsø9$#
Artinya: Sesungguhnya Allah Amat cepat perhitungan-Nya.
Berkenaan dengan ajaran Paulus yang mengatakan bahwa allah bermenung bingung beribu tahun, bukan hanya orang Islam yang tidak mempercayainya, bahkan orang Nasrani sendiri, seperti Uskup besar Benyamin Kaldani dari bangsa Kaldan dekat Mausul di utara negeri Irak. Ketika di membaca ajaran Paulus, bertemu ajaran Paulus yang mengatakan bahwa allah bermenung bingung beribu tahun, direnunginya dengan pikiran yang jernih, lepas dari tekanan dogma yang biasa dalam kristen, tampak olehnya bahwa hal ini tidak masuk akal. Bingung itu bukan sifat Allah, tapi sifat manusia.
Paulus menyamakan sifat allah dengan sifat manusia. Akhirnya di baca Al-Qur’an, bertemu keterangan yang tepat, bahwa Allah amat cepat perhitungan-Nya. Dan dalam surat Al-Ikhlas 4 tersebut pula:
öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr&  
 Artinya: dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Akhirnya Uskup besar Benyamin Kaldani hijrah dari agamanya yang lama ke dalam Islam. Peristiwa itu dikisahkannya dalam bukunya, Al Injil Wash Shalib. Namanya pun diubahnya dengan Abdul Ahad Daud. Peristiwa ini terjadi di awal abad kedua puluh Masehi.
5.      Paulus mengatakan, dalam bingungnya Allah, tiba-tiba Dia menampakkan seorang perawan suci sedang beribadat di Baitul Makdis. Perempuan itu ialah Maria (Maryam). Allah mendapat pikiran baru untuk menyelesaikan dosa Adam dan anak cucunya. Allah memasukkan anaknya kedalam rahim Maryam, nanti dia akan dilahirkan dan akhirnya dia akan disalibkan. Dia disalibkan mati di tiang salib adalah penebus dosa Adam dan semua anak cucunya.[33]
Dalam ajaran Paulus itu tegas dia mengatakan, allah mempunyai anak. Dalam Islam ditegaskan firman Allah dalam surat Al Ikhlas. Paulus juga mengajarkan Yesus anak tuhan dan juga Tuhan yang kedua.
ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ   ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ   öNs9 ô$Î#tƒ öNs9ur ôs9qムÇÌÈ   öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr& ÇÍÈ  
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

BAB IV
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Lahirnya kristen protestan disebabkan nampak adanya perbedaan antara teologi dan al-kitab, sehingga menurut Luther yang ketika itu menjadi anggota Ordo Agustin dibwa pimpinan Johan Van Staupitz untuk menyetuskan revormasi. Luther tidak dapat menerima dilakukannya penjualan idulgensi oleh Dominikus Johanes Tetzel dari Keuskupan Agung Albrecht dari Mainz, dimasa Paus Leo X, untuk mendapat dana membangun gereja Salton Petrus guna kebanggaan gereja roma. Oleh hal itu berarti merendakan martabat Tuhan, dimana pengampunan dosa dan perdamaian dengan gereja bisa didapat dengan uang tanpa sakramen. Pelakuan demikian itu yang dijadikan dasar bagi Luther membicarakan dengan para ahli teologi. Kemudian Luther merumuskan 95 dalil tentang penghapusan siksa yang diperkenalkannya dalam tahun 1571, yang ditempelkan di depan pintu dinding gereja di Wittenberg.
Upacara keagamaan dalam agama Kristen Protestan ada dua, yaitu upacara suci dan sakramen pembaptisan. Protestan melakukan sakramen pembaktisan atas orang-orang yang telah mencapai usia dewasa dengan memandikan mereka.Hal ini dilakukan sebagai apa yang dilakukan oleh yahya yang memandikan yesus sebagai upacara pembaktisan menjadi rosul tuhan dengan air sungai yordan pada waktu usia 30 tahun.



[1] Chumaidi Sharief Romas dalam AAD. 1988:383
[2] Hilman Hadikusuma. Antropologi Agama, (Bandung. Aditya bakti. 1003),  hal. 128.
[3] Ibid., hal. 132
[4] Ibid., hal. 133
[5] Ibid., hal. 134
[6] Ibid., hal. 135
[7] Ibid., hal. 136
[8] Ibid., hal. 137
[9] Ibid., hal. 138
[10] Ibid., hal 139
[11] Ibid., hal 141
[12]  Prof.H.Hilman Hadikususma,S.H.”Antropologi Agama bagian II”(Bandung: Citra Aditya Bakti.1993). hal.149,151-153
[13] Yusni.”Asal Mula Yesus”2008 diambil dari http://yusni674.wordpress.com/2008/02/22/asal-mula-nama-yesus/.diakses 14/11/2011 22.10
[14] Op cit. hal.154-157
[15] Katolisitas.”apakah protestan lebih banyak menggunakan perjanjian lama” 2008. Diambil dar http://katolisitas.org/2008/11/04/apakah-protestan-lebih-banyak-menggunakan-perjanjian-lama/. Diakses 14/11/2011 21.10
[16] Oleh P. Richard Lonsdale.”Jurnal Chirtianstudi” diambil dari http://christianstudies.multiply.com/journal/item/50. diakses 14/11/2011 21.00
[17] Karel A.Steenbrink. Perkembangan Teologi Dalam Dunia Kristen Modern” (Yohyakarta:IAIN Sunan Klijaga.1987).hal,21
[18] Hilman Hadikusuma. 1993. Antropologi Agama Bagian II (Pendekatan Budaya Terhadap Agama Yahudi, Kristen, Katolik, Protestan dan Islam). Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
[19] Ibid, hal. 164
[20] Ibid,. hal. 164-165
[21] Ibid,. hal. 148
[22] P. Wahyo. O.P.M. 1959. Pengajaran Gereja Katolik. Jakarta: Obor. hal. 8
[23] Moh. Rifai. 1984. Perbandingan Agama. Semarang: Wicaksana. hal. 50
[24] Ibid,. hal. 150-158
[25] Ibid,. hal. 159-162
[26] Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas,  Kekristenan (http://www.szkolenie.wodzislaw.pl/wodzislaw/w/id/Kekristenan), diakses 13 november 2011
[28] http://tugassekolahonline.blogspot.com/2008/11/agama-kristen-protestan.html

[30] Prof. Hilman Hadi Kusuma, Antropologi Agama (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1993) hal 159
[31] Moh Rifai. 1990. Perbandingan Agama. hal 58
[32] Agus Hakim. 2006. Perbandingan Agama. Hal 125
[33] Ibid., 128

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

GALERI

Photobucket